Koloid liofil adalah koloid sol dengan partikel koloid sebagai fase terdispersi suka menarik medium pendispersinya. Koloid liofob adalah koloid sol dengan partikel koloid tidak suka menarikmedium pendispersinya.

Bila medium pendispersinya air koloid liofil disebut sebagai koloid hirofil, sedangkan koloid liofob disebut  hidrofob

Perbandingan Sifat Sol Hidrofil dan Sol Hidrofob

Sel Hidrofil Sel Hidrofob
Mengadsorbsi mediumnya Tidak mengadsorbsi mediumnya
Dapat dibuat dengan konsentrasi yang relatif besar Hanya stabil pada konsentrasi kecil
Tidak mudah menggumpal pada penambahan elektrolit Mudah menggumpal pada penambahan elektrolit
Viskositas lebih besar daripada mediumnya Viskositas hampir sama dengan mediumnya
Bersifat reversible Tidak reversible
Efek tyndall lemah Efek tyndall lebih jelas
Koloid organik Umumnya koloid anorganik
Gerak Brown tidak jelas Gerak Brown jelas

Pemanfaatan sifat hidrofob dan hidrofil terlihat pada penggunaan deterje dalam proses pencucuian pakaian. Kotoran yang menempel pada kain ada yang mudah larut dalam air, tetapi banyak yang tidak larut dalam air misalnya lemak dan minyak. Proses pencucuian bertujuab agar lemak dan minyak dapat teremulsi di dalam air. Dengan bantuan deterjen atau sabun maka minyak akantertarik oleh deterjen.

Kemampuan deterjen menarik lemak dan minyak disebabkan pada molekul deterjen terdapat ujung-ujung liofil yang larut dalam air dan ujung loifob yang berpegang erat pada lemak dan minyak. Akibat adanya gaya tarik menarik tersebut, tegangan permukaan lemak dan minyak dengan kain menurun sehingga lebih kuat tertarik oleh molekul-molekul air yang mengikat kuat deterjen.